Peta Hijau
Workshop Peta Hijau Solo 2008
Kampus Bengawan Jadi Awalan
Satu langkah lagi usai pengenalan peta hijau ke jaringan mahasiswa Solo yang telah dilakukan sejak tahun 2007 lalu. Sebuah workshop persiapan pemetahijauan Kota Solo akan diadakan dengan melakukan simulasi pemetaan di kawasan Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Tindak lanjut dari proses pembekalan ini adalah perencanaan kegiatan pemetahijauan Kota Solo yang akan dikoordinasikan oleh para mahasiswa bersama komunitas-komunitas lainnya di kota Solo.
Agenda:
09.00 – 10.00
- Pembukaan dan perkenalan
- Pre-test
- Mengenal Peta Hijau: Prinsip, Metode, Sistem Ikon (more…)
Peta Hijau Sahabat Sepeda, Apa Lagi?
Temukan Jawabnya Minggu sore (17/08) di Boulevard UGM
Iya, katanya sudah jadi dummy. Berarti tinggal cetak dan disebarluaskan, toh?
Wah, tapi, ternyata jalan yang harus ditempuh masih cukup panjang dan berliku. Kita masih harus berhenti di beberapa titik, baik untuk sekedar mengisi tenaga, memeriksa kembali perlengkapan kita, memastikan arah dan tujuan sudah tepat, mencari tahu siapa dan apa saja yang terlewat, maupun untuk mempersiapkan apa yang akan dilakukan ketika sudah sampai tujuan. Yup, tentu saja semua itu akan lebih ringan jika dilewati bersama-sama. Jadi, genjot bareng yuuk, mas..^^
Hari Minggu lalu (10/08), bersama-sama dengan beberapa teman pegiat bersepeda, langkah meninjau kembali peta hijau dan kelengkapannya digelar di Kinoki, Kotabaru, Yogyakarta. Obrolan demi obrolan dalam kelompok kecil itu cukup intensif membahas setiap detail kategori yang dipetahijaukan, meliputi toko/pasar/persewaan sepeda, bengkel sepeda, parkir sepeda aman, lajur/jalur sepeda, jalur difabel, lajur/jalur teduh, organisasi penting, dan komunitas pesepeda. Tak luput juga membahas sistem pendukung kegiatan mobilitas non-motor, yakni titik-titik transportasi publik serta fasilitas parkir dan laju. Bagian tak menyenangkan di jalanan pun dipetakan dan ditajamkan lagi, meliputi titik-titik bahaya lalu lintas dan polusi udara. Tak lupa mencatumkan pula sebaran rumah sakit di perkotaan Yogyakarta dalam peta hijau sahabat sepeda ini.
Sejenak mengurai ulang seluruh data yang ada, ternyata masih ada beberapa data yang harus diperbaiki, juga ditambahkan. Beberapa rekomendasi berupa koreksi dan penambahan data telah dikumpulkan. Juga, rekomendasi terhadap desain dan layout peta agar lebih ramah pengguna. Oia, diputuskan pula untuk menambah perbendaharaan foto yang akan digunakan sebagai ilustrasi peta ini. Anang dan Thomas sudah bersepakat untuk mengoordinasikan proses pengumpulan foto yang diperlukan dalam dua minggu ini. (more…)
Ramainya Workshop Peta Hijau Jakarta
Workshop Peta Hijau Jakarta akhirnya terlaksana dengan penuh antusias dari warga Jakarta. Perkiraan awal jumlah peserta hanya 25 orang, ternyata meluber hingga 70 orang.
Ya, itulah workshop Peta Hijau Jakarta yang dilaksanakan pada Sabtu, 9 Agustus 2008 kemarin di markas ITDP (Institute for Transportation & Development Policy), Gd. Prasada Sasana Karya Lt. 1, Jl.Suryopranoto 8, Jakarta. Acara ini diselenggarakan oleh Komunitas Peta Hijau Jakarta untuk membuat Peta Hijau Jakarta yang diharapkan sudah bisa terbit pada akhir Oktober 2008.
Peta hijau sendiri adalah peta yang dibuat secara partisipatif oleh masyarakat / komunitas untuk menandai tempat-tempat yang hijau atau ramah lingkungan. Peta ini nantinya diharapkan berguna bagi masyarakat luas, untuk menemukan tempat-tempat yang ramah lingkungan, sehingga akan membantu peningkatan kualitas hidup bersama.
Workshop ini memang awalnya hanya dirancang untuk 25 orang. Penyelenggara beranggapan, mungkin tidak banyak orang yang tertarik dengan isu peta hijau beginian. Ternyata kami salah duga. Sampai hari terakhir pendaftaran, jumlah yang mendaftar sampai 85 orang. Akhirnya yang datang adalah 70 orang. Sebuah tingkat kehadiran yang tinggi (82% dari jumlah yang mendaftar), bila dibandingkan dengan acara-acara komunitas pada umumnya.
Melihat antusiasme yang tinggi, tentu sayang bila hanya dibatasi 25 orang saja karena harapan yang lebih utama adalah bagaimana menularkan semangat hidup yang lebih ramah lingkungan kepada banyak pihak. Oleh karenanya, penyelenggara pun memindahkan tempat workshop dari ruangan yang hanya cukup untuk 30 orang , ke ruangan yang dapat menampung 100 orang.
Undangan workshop pukul 09.00 WIB, namun peserta sudah berdatangan pukul 08.30 WIB. Hmmm….sebuah bukti antusiasme yang lain. Pukul 09.15 WIB workshop pun dimulai. Dibuka oleh Mas Marco Kusumawijaya yang menjelaskan soal sejarah dan tujuan peta hijau di Jakarta maupun di kota-kota lain.
Menurutnya, kondisi tahun 2008 ini berbeda dengan ketika awal-awal merintis peta hijau tahun 2
002. “Waktu itu isu lingkungan belum banyak orang yang tahu,”kata Mas Marco. Tetapi pada tahun 2008 ini, kesadaran orang pada lingkungan sudah banyak yang tahu. “Tantangannya bukan lagi soal bagaimana orang tahu, tetapi bagaimana orang mau berubah dan mempraktekkan,”ucap Mas Marco penuh semangat. Lewat peta hijau inilah diharapkan akan membantu warga Jakarta untuk berani mengubah perilaku ke arah yang hijau.
Sessi berikutnya diisi oleh Mas Anto dari komunitas Bike2Work, Mas Anthony dari komunitas KRLmania, serta Mas Toro dari ITDP.
Mas Anto menjelaskan bagaimana komunitas sepeda ini memperjuangkan jalur sepeda di kota Jakarta. Peta jalur sepedanya sudah ada yang diusulkan, yaitu di sepanjang Sudirman-Thamrin, menyatu dengan jalur pejalan kaki (ini mirip dengan yang ada di kota-kota di Eropa). Namun tampaknya Gubenur Fauzi Bowo masih ‘enggan’ mewujudkan jalur sepeda ini, karena beliau mensyaratkan ada dulu 1 juta pengguna sepeda di Jakarta. “Ini seperti ayam dan telur, mana yang lebih dulu. Menurut kami, kalau jalurnya ada terlebih dahulu, maka akan menarik minat banyak orang untuk bersepeda,” kata Mas Anto. (more…)
Review Akhir Peta Hijau Sahabat Sepeda Yogyakarta 2008
Kinoki - Minggu, 10 Agustus 2008
Peta Hijau Sahabat Sepeda Yogyakarta kita akan segera terbit. Wew.. sudah cukup lama prosesnya berlangsung sejak awal tahun 2007 lalu. Kita telah berhasil mengumpulkan sekian banyak data bersama banyak teman pula. Namun, masih ada satu langkah lagi sebelum peta itu kita cetak dan sebarluaskan, yaitu meninjau kembali kelengkapan dan kesahihan data yang ada tersebut.
Oleh karenanya, untuk “menguji” validitas data yang sudah terkumpul itu, sebuah sesi presentasi dan diskusi untuk meninjau peta hijau tsb pun akan digelar. Kita mengundang teman-teman untuk datang dan ngobrol bareng pada:

Hari, tanggal: Minggu, 10 Agustus 2008
Pukul: 17.00 - 19.00 WIB
Tempat: Bioskopnya Kinoki Jl. Abu Bakar Ali No. 2 Kotabaru, Yogyakarta
Agenda:
- presentasi dummy Peta Hijau Sahabat Sepeda
- tinjau data Peta Hijau Sahabat Sepeda
- diskusi rencana kegiatan ke depan (more…)
Ajakan Terbuka dari Bilik Siar
Peta Hijau Jakarta segera Diwujudkan
Topik Wikimu on air bersama DRadio 103,4 FM, hari Senin lalu (4 Agustus 2008) tentang pembuatan Peta Hijau Jakarta menghadirkan Mas Nirwono Joga atau yang dikenal sebagai Mas Yudi sebagai narasumber. Mas Yudi adalah koordinator pembuatan peta hijau ini.
Seperti biasa, siaran ini dipandu oleh Mbak Riri dan Mas Uya dari DRadio. Sebagai penggembira dari Wikimu, ada Mas Errr dan aku sendiri, Bayu Wardhana. Siaran pun dimulai tepat pukul 10.00 sampai 11.00 WIB.

Sesi pertama, Mas Yudi menjelaskan apa itu peta hijau atau green map. Peta hijau adalah peta yang dibuat oleh masyarakat sendiri untuk menandai tempat-tempat yang hijau/ramah lingkungan, juga dari sisi sosial budaya.
Tempat yang hijau atau ramah lingkungan, tidak hanya berupa taman, hutan kota, danau, tapi juga lokasi-lokasi yang membantu/mendorong orang untuk hidup lebih ramah lingkungan. Contohnya; outlet yang menjual bahan pangan organik, tempat pembuatan kompos, daur ulang kertas, pengolahan sampah plastik, kerajinan dari barang-barang recycle, tempat pengamatan burung, kebun binatang, gedung mal yang ramah lingkungan, dan sebagainya.
Sementara, yang dimaksud dengan tempat sosial budaya, adalah seperti museum, situs bersejarah, ruang publik (taman, plaza), gedung kesenian, pusat ilmu pengetahuan, dan lain-lain. Mengapa tempat-tempat ini masuk ke dalam peta hijau? Sebabnya, di tempat-tempat inilah kita bisa belajar dan mengenal (sejarah, ilmu, interaksi) masyarakat kita sendiri.
Selanjutnya Mas Yudi menjelaskan rencana pembuatan Peta Hijau Jakarta 2008. Tahun-tahun sebelumnya, diceritakan, komunitas Peta Hijau Jakarta pernah membuat beberapa peta hijau, tapi dalam kawasan tertentu, meliputi Kebayoran Baru, Menteng, Kemang, dan Jakarta Kota (Kota Tua). Peta hijau terakhir dibuat pada tahun 2005 untuk kawasan Jakarta Kota. (more…)
Ada apa ini ribut-ribut?
Meneguhkan Peran Remaja untuk Lingkungan
“Ada apa ini ribut-ribut? Ada apa ini?” tukas Pak RT mendatangi kerumunan warga.
“Ini lho, Pak. Ibu ini membuang sampah di selokan,” gerutu anak-anak pecinta lingkungan.
“Mbok ya buang sampah itu di tempat sampah, Bu,” Pak RT mengusulkan.
“Uh, repot. Lagian nda ada duit. Wong selokan ini selokanku juga kok,” seloroh si ibu.
Itu tadi cuplikan role play yang diperankan siswa-siswa SMP sekitar Dusun Banteng, peserta kemah remaja untuk lingkungan hidup DIAN/Interfidei dan Pemuda Dusun Banteng. Pada kemah yang dilaksanakan di Kompleks Puskat, Sinduharjo, Sleman pada 2-3 Agustus 2008 lalu, Komunitas Peta Hijau diminta turut serta menjadi narasumber sekaligus fasilitator.
Sabtu (02/03) malam, diawali dengan pemutaran film bertema lingkungan sebagai sarana pemancing diskusi. Ada beberapa film yang disiapkan. Namun berhubung ada masalah teknis, tidak semua film bisa ditonton. Film pendek Recycling is Fun, How to Save Energy at Home, dan Film Green Map Cuba Drop by Drop pun naik tayang. Sebelumnya, peserta diajak dialog tentang masalah lingkungan di rumah dan sekolah. Di sela itu, ada Komunitas Tikar Pandan yang mendendangkan dua lagu rancak menambah hangat suasana malam.
Keesokan harinya, peserta kemah remaja diajak untuk menjelajah lingkungan sekitar. Lima puluh lima siswa terbagi dalam empat kelompok jelajah, dengan dipandu Pemuda Dusun Banteng dan fasilitator Peta Hijau. Walaupun tanpa peta, masing-masing kelompok mendapat misi memetakan kawasan sekitar Puskat. Bukan hanya itu, selama perjalanan, mereka mesti menemukan masalah lingkungan dan mencari solusi permasalahan tersebut.
Cukup mudah bagi anak-anak usia SMP untuk menemukan masalah lingkungan di tempat yang mereka lalui. Benar saja, saat melihat coret-coret di dinding, Dimas, peserta dari SMP PIRI nyeletuk, “Tembok yang dicoret-coret ini juga masalah.” Masih banyak masalah lainnya, mulai dari banyaknya lahan kosong dengan sampah teronggok, got mampet dan membawa aroma tak sedap, sungai kering yang dipenuhi sampah, hingga ibu-ibu yang membuang sampah ke got. (more…)
Workshop Pembuatan Peta Hijau Jakarta
Sabtu, 9 Agustus 2008, pk.09.00-14.00
Tahukah kamu di mana bisa menemui burung seperti kutilang, walet dan tekukur yang terbang bebas di Jakarta? Atau tahukah kamu bahwa di Jakarta masih bisa ditemui satwa seperti biawak, bajing dan monyet? Inginkah kamu mendapatkan info tentang tempat pendaur ulangan kertas, plastik, besi di sekitar rumah kamu? Pernahkah kamu kebingungan mencari lokasi-lokasi wisata seperti museum, pusat kebudayaan atau gedung pertunjukan seni di Jakarta? Atau mungkin juga kamu ingin bersepeda ke kantor atau mall, tapi gak tahu jalur-jalur yang aman?
Ada banyak informasi yang kita butuhkan untuk mendukung gaya hidup ramah sosial dan ramah lingkungan, tapi gak tahu harus tanya ke mana atau siapa. Nah…untuk itu rasanya perlu dibuat sebuah peta yang menyediakan informasi-informasi seperti yang digambarkan di atas. Peta ini dikenal dengan Peta Hijau Jakarta.
Mengingat peta hijau ini dihasilkan dari partisipasi warga setempat, maka dalam pembuatannya akan dibutuhkan sekelompok relawan yang membantu mengumpulkan dan mengompilasi info-info lokasi yang dibutuhkan dalam pembuatan Peta Hijau Jakarta.
Bagi yang berminat untuk menjadi relawan dalam pembuatan Peta Hijau Jakarta, komunitas Green Map Indonesia akan menyelenggarakan sebuah workshop. Mengingat peta ini merupakan sebuah karya lintas komunitas, maka workshop ini terbuka bagi berbagai komunitas yang ada di Jakarta. Nantinya nama komunitas-komunitas yang ikut berpartisipasi akan dicantumkan dalam peta ini.
Info lebih lengkap tentang peta hijau bisa dilihat di: www.greenmap.or.id & www.greenmap.org.
Kapan workshop ini diselenggarakan?
Sabtu, 9 Agustus 2008, pk. 09.00-14.00 (more…)
Wikimu OnAir: Membuat Peta Hijau Jakarta
Komunitas greenmap atau peta hijau di Jakarta hendak membuat peta lagi. Kalau tidak ada aral melintang, akhir Oktober tahun ini, peta hijau Jakarta versi terbaru akan diluncurkan.
Greenmap Jakarta ini adalah yang keempat kalinya. Sebelumnya sudah ada beberapa peta hijau , namun belum mencakup seluruh Jakarta, baru peta hijau kawasan Kemang, Kebayoran Baru, Menteng dan Jakarta Kota. Nah, pada tahun ini akan dibuat peta hijau untuk jalur-jalur yang akan dilewati busway dan kereta api listrik.
Apa sebenarnya itu peta hijau? Informasi apa saja yang termuat di peta ini? Lalu siapa saja yang bisa membuat peta hijau? Apakah kota-kota lain bisa membuatnya?
Kali ini Wikimu dan D-Radio, dalam talkshow dwi mingguan akan mengundang koordinator pembuatan greenmap Jakarta 2008 : Nirwono Joga, arsitek lanskap yang lebih dikenal dengan nama Yudi. Talkshow ini akan memperbincangkan seputar greenmap Jakarta, dan apa kontribusi kita untuk membuat peta hijau ini.
Talkshow seperti biasa akan diudarakan pada hari Senin , pukul 10.00 - 11.00, di gelombang 103,4 FM, D-Radio. Topik tentang : Pembuatan Peta Hijau Jakarta, pada tanggal 4 Agustus 2008. Teman-teman bisa juga mendengarkan via radio streaming di http://www.radiodfm.com/ (more…)
Perubahan Menuju Habitat dan Habitus Kota yang Berkelanjutan
Orasi Kebudayaan Marco Kusumawijaya
Jumat, 11 Juli 2008
Galeri Publik Institute for Global Justice
Jalan Diponegoro 9, Menteng, Jakarta Pusat
Saudara-saudara budiman,
Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Galeri Publik yang dengan dermawan memberikan ruang dan waktu yang sangat leluasa bagi kita untuk bertemu dan bergelut tentang hal ikhwal kota yang makin terasa penting dan sungguh makin genting ini. Terima kasih juga untuk kehadiran Anda semua.
Tapi, sebenarnya saya bertanya-tanya: apa lagi yang masih perlu dibicarakan tentang kota Jakarta ini? Kita perlu bertindak, bukan lagi berkata-kata. Sebab, keadaan sudah gawat, dan kita perlu bertindak radikal sekarang sebelum terlambat, sebelum keadaan memburuk menjadi irreversible.
Saya ingin berbicara tentang perubahan yang harus dilakukan oleh semua habitat dan habitus kota, di mana saja, untuk menjadi berkelanjutan, yang belakangan terutama terasa betul menghunjam kesadaran kita setelah antara lain dipastikannya perubahan iklim karena pemanasan buana (global warming).
Bagi saya, hal yang paling sulit dalam mempersiapkan “orasi” seperti ini adalah mengukur: seberapa abstraksi yang harus saya buat. Atau sebaliknya, seberapa kongrit saya harus memberi contoh? Kalau saya terlalu abstrak, saya khawatir dianggap “omong doang”, tidak cukup kongrit, tidak dapat dilaksanakan, karena memang saya paham bahwa kita sekarang berada dalam kondisi yang tidak sabar untuk segera mendapatkan hasil, seperti membalikkan telapak tangan. Sebaliknya, kalau terlalu kongrit, saya khawatir, karena sudah sering terjadi, imajinasi saudara-saudara terbatasi, dan prinsip tidak ditangkap, melainkan hanya perca-perca tak terpisah yang nampak, dan tidak cukup intelektual untuk forum seperti ini.
Jadi, saya akan berupaya menjaga keseimbangan antara abstraksi dan kongretisasi dalam batas ruang dan waktu yang tersedia. Tapi saya mohon untuk tidak berprasangka: kalau paparan saya terasa terlalu abstrak, tidak berarti saya tidak tahu solusi kongret; sedang kalau saya terlalu kongret, jangan anggap itu anekdot, tetapi pasti ada prinsip yang mendalam, atau yang menyatukan, dibaliknya. Atas dasar itu, saya mengundang Saudara-saudara untuk aktif dalam dialog yang kostruktif.
Saudara-saudara,
Dalam sepuluh tahun terakhir, kota telah dibahas, dihitung dan dikunyah habis-habisan. Makin banyak pula kalangan yang sedia bergelut dengan kota.
Apalagi yang sisa untuk kita bicarakan? (more…)
Kembali ke Ibukota
Peta Hijau Kolaborasi untuk Jakarta
Akhir tahun 2001 silam, Marco Kusumawijaya membawa oleh-oleh Green Map, sebuah metode pemetaan lingkungan partisipatoris, sekembalinya dari Amerika Serikat. Kisah Direktur Green Map System Wendy Brawer kala itu mengenai pengalamannya ditimpuk orang utan di Yogyakarta, sehingga memunculkan ide kesadaran lingkungan sekitar melalui media peta, menginspirasi ahli tata kota ini untuk menerapkannya di Indonesia. Atas inisiasinya, lahirlah Green Map Kemang pada awal tahun 2002 sebagai embrio gerakan Green Map (Peta Hijau) di Indonesia.
Pascatahun 2002, gerakan peta hijau ini kemudian menyebar ke beberapa kota di Indonesia melalui jaringan pertemanan dan media. Berturut-turut mulai dari Yogyakarta, Bandung, Buton, Malang, hingga Surabaya dan Medan, peta hijau berkembang dan digiatkan oleh berbagai komunitas lokal setempat. Namun, Jakarta sebagai kota pertama di Indonesia yang berpeta hijau, meredup kegiatannya sejak peta hijau terakhir yang mereka terbitkan, yakni Peta Hijau Jakarta Kota (2005). Memang ada beberapa inisiatif yang sempat terlontar pada dua tahun terakhir untuk kembali menggiatkan peta hijau, seperti yang muncul di lingkungan Utan Kayu dan sekitarnya. Namun, belum ada tindak lanjutnya.
Mengumpulkan yang Terserak
Lepas beberapa proyek Peta Hijau di Jakarta usai, para pegiatnya kembali ke kesibukan masing-masing. Komunikasi via milis pun tidak seintensif ketika proyek sedang berjalan. Hanya beberapa gelintir orang saja yang masih bisa cukup meluangkan waktu dan pikirannya untuk bergiat. Justru, semangat itu ada yang dibawa keluar dari Jakarta, seperti yang dilakukan oleh Marco Kusumawijaya yang turut memfasilitasi berbagai kegiatan Peta Hijau di Borobudur, Surabaya, dan Medan.
Pertengahan Juli 2008 ini, ada momen penting yang kemudian dianggap tepat untuk dijadikan pijakan menginisiasi kembali peta hijau untuk ibukota, yaitu sebuah residensi penelitian perkotaan di Los Angeles, Amerika Serikat selama dua bulan silam dan Orasi Budaya “Tata Kota Jakarta sebagai Megalopolitan” pada tanggal 11 Juli 2008, keduanya oleh Marco Kusumawijaya. Dalam pada itu, secara resmi, pertemuan kecil dengan mengundang beberapa pegiat potensial pun direncanakan bersama, sebagai bagian dari agenda kegiatan Green Map Indonesia (Peta Hijau). (more…)
About
Planet Geo Indonesia is a GIS/geo- related blog aggregator, written by Indonesian bloggers and mostly in Indonesian Language... read on »
Contributors
Except otherwise noted BK and Geografiana.com has no affiliation whatsoever with the authors. All materials, links, copyrights, opinions expressed in each blog solely belongs to the original authors.
Link to this site
Feel free to use this image to promote this planet on your website/weblog, you can simply copy-and-paste the code below:

All opinions belong to their respective owners, others, copyright © 2006-2007 Buana Katulistiwa.




